Kamis, 05 Februari 2009

Candi CetHo di Puncak PerkebuNan Teh Kemuning


PerjaLanan secara tidak sengaja ini terjadi ketika kami bingung mau pergi kemana tiada tujuan. saat itu kami tengah berada di petigaan ngargoyoso, Tawangmangu dan Karanganyar. seketika itu kubaca tulisan, perkebunan teh Kemuning 8km. Laju motor pun bergerak kearah kiri, jalanan menanjak tikungan tajam mewarnai perjalanan kali ini. hamparan sawah padi nan menghijau di lreng barat gunung Lawu melengkapi indahnya hari itu.









Kurang lebih setengah jam hamparan bukit teLetubbies tampak di depan mata, perkebunan teh Kemuning sekan bak permadani rumput di atas bukit dengan ketinggian kira 1350 mdpl memang mirip bukit teLetubbies dari kejauhan. Di tengah perjalanan kami melihat sarang tawon di pucuk pohon sengon setinggi kira-kira 20m. enatah sudah berapa tahun sarng itu terbentuk saking besarnya tak terbayangkan bila sarang itu diganggu...sengat tawonnya pasti Wuuiiiiihhh serem.

Jalan yang terus menanjak membuat kami berhenti sejenak melepas penat , menikamti bukit teletubbies , menghirup segarnya hawa dan mengamati dari jauh ibu-ibu yang tenah memetik daun teh. kulihat bunga teh di depanku, tak perlu berlama-lama segera kupetik dan kucium wanginya hingga hidungku pun menjadi penuh warna kuning tertempeL benengsarinya. dan tak Lupa kupetik beberapa pucuk daun teh, sok-sok'an mau bikin teh sendiri.

SeteLah puas kami kembali melanjutkan perjalanan menyussuri tea garden, hingga menemukan persimpangan jalan JenaWi atau candi Cetho. arah Candi Cetho kami pilih, begitu kami menanjak dari kejauhan di kiri jalan tampak 2 air terjun begitu megahnya diantara tebing-tebing kapur, kami berhenti lagi menikmati godanya dan tampaknya air terjun ini belum di jadikan obyek wisata karena akses jalan yang masih sulit dan letaknya yang masih sulit dijangkau kendaraan.

Terik matahari segera mengingatkan kami untuk segera melanjutkan perjalanan menuju Candi cetho, meski air terjun terus merayu agar kami tetep berhenti. kami terus beranjak, motorpun harus bergerak sekuat tenaga untuk mencapai Candi Cetho, makLum Candi Cetho ini berada di puncak bukit dengan ketinggian 1400 mdpl.

Candi Hindu ini memiliki 14 teras berundak dengan sisa-sisa batuan masa lalu yang masih kokoh. untuk sampai ke puncak candi ini kami harus menguras energi karena tingginya dan bentuknya yang berundak-undak. jika keluar dari komplek candi maka akan menemukan puri Saraswati yang ternyata termasuk dalam kawasan perum perhutani KPH Lawu yang banyak ditumbuhi puspa dan pinus.

Tak hanya itu di bawah bukit sana terdapat sungai dari mata air gunung Lawu. air yang mengalir di sela-sela batuan hasil letusan gunung Lawu begitu dingin, airnya yang jernih tak meragukan untuk diteguk. rasanya segarrrrr!!!

Kabut mulai naik dan menabrak kami, kamipun harus segera naik kembali sebelum hujan datang mengguyur. tak hanya candi di lokasi terdapat pos pendakian gunung Lawu hiJJau, ya kurang lebih 10 jam'an Lah untuk pendaki-pendaki seperti kami aLias bukan ahLinya.

PeLajaran di catatan petualang kali ini,
"bahwa tanpa rencanapun, seorang petualang pasti akan menemukan suatu tempat nan indah"




Tidak ada komentar:

Posting Komentar